SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI ALI FARHAN

Kamis, 24 Desember 2009

hadits; antara syuzuz dan illah

4. Meneliti Syudzudz
yang dimaksud dengan syudzudz di sini ialah: hadis yang diriwayatkan oleh orang yang siqah, tetapi riwayatnya bertentangan dengan riwayat yang dikemukakan oleh banyak periwayat yang siqah juga.
Salah satu langkah penelitian yang sangat penting untuk meneliti kemungkinan adanya syuzuz suatu sanad hadis ialah dengan membanding-bandingkan semua sanad yang ada untuk matan yang topik pembahasannya sama atau memiliki segi kesamaan.
5. Meneliti `Illat
Yang dimaksud `illat adalah cacat yang tersembunyi yang tidak terlihat secara langsung dalam penelitian terhadap satu jalur sanad.
Untuk meneliti sanad hadis yang mengandung `illat (cacat) diperlukan penelitian yang lebih cermat, sebab hadis yang bersangkutan tampak sanadnya berkualitas sahih. Cara menelitinya antara lain dengan membanding-bandingkan semua sanad yang ada untuk matan yang isinya semakna.

CONTOH PENELITIAN SANAD HADIS RIWAYAT AL-TIRMIDZI MELALUI SAHABAT ABU HURAIRAH

Contoh pilihan sengaja bukan sanad al-Bukhari dan sanad Muslim, agar dengan demikian dapat terhindar dari anggapan bahwa seluruh hadis al-Bukhari dan Muslim berkualitas sahih.

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي وَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْهُمْ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا

Urutan nama periwayat hadis riwayat al-Tirmidzi di atas ialah: (1) Periwayat I: Abu Hurairah; (2) Periwayat II: Abi Shalih; (3) Periwayat III: al-A`masy; (4) Periwayat IV: Abu Mu`awiyah; (5) Periwayat V: Abu Kuraib; (6) Periwayat VI: at-Tirmidzi
a. Meneliti kualitas periwayat dan persambungan sanad
1. at-Tirmidzi
a. Nama lengkapnya: Muhammad bin `Isa bin Surah bin Musa bin al-Dahhak atau Ibn al-Sakkan al-Sulami, atau Abu Isa al-Tirmidzi (209-279 H).
b.Guru dan muridnya di bidang periwayatan hadis: Guru al-Tirmizi cukup banyak, antara lain: Qutaibah bin Sa`id, Ishaq bin Musa, Mahmud bin Gailan, `Ali bin Hajar, Muhammad bin Basyar, Sufyan bin Waqi`, Muhammad bin Isma`il al-Bukhari. Murid-muridnya antara lain: Abu Hamid Ahmad bin `Abdullah bin Dawud al-Marwazi al-Tajir, al-Hatim bin Kalib al-Syami, Muhammad bin Mahbub, Mahmud bin Numair.
c. Pernyataan para kritikus hadis tentang dirinya:
(1) al-Khalili: Dia itu tsiqah muttafaq `alaih.
(2) al-Zahabi: Dia pemilik kitab al-Jami` lagi tsiqah.

2. Abu Kuraib
a. Nama lengkapnya: Muhammad bin `Ala` bin Kuraib al-Hamdani, atau Abu Kuraib al-Kufi al-Hafiz (w.248 H).
b. Guru dan muridnya di bidang periwayatan hadis: Guru-gurunya antara lain: `Abdullah bin Idris, Hafs bin Qiyas, Abu Bakkar bin `Ayyas, Hasyim, Ibn al-Mubarak, Abu Mu`awiyah al-Dharir, Waki`, Muhammad bin Basyar al-Aqdi. Murid-muridnya antara lain: Jama`ah, Abu Hatim, Abu Zur`ah, `Usman bin Khazraj, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal.
c. Pernyataan para kritikus hadis tentang dirinya:
(1) Ibnu Abi Hatim: Abu Kuraib itu shaduq.
(2) Marrah: Abu Kuraib itu tsiqah.
(3) Abu `Amr: Dia ahfadh.


3. Abu Mu`awiyyah
a. Nama lengkapnya : Muhammad bin Khazim al-Tamimi al-Sa`di, Abu Mu`awiyah al-Dharir al-Kufi (w. 195 H).
b. Guru dan muridnya di bidang periwayatan hadis: Guru-gurunya antara lain: `Asim al-Ahwal, Abu Malik al-Asyja`i, Sa`id, al-A`masy, Dawud bin Abu Hindi, Ja`far bin Barqain, Suhail bin Abu Shalih, Abu Sufyan al-Sa`di. Murid-muridnya antara lain: Ibrahim, Ibn Juraij, Yahya al-Qattan, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahawaih, Abu Kuraib, Muhammad bin Salam al-Baikandi, Muhammad bin Abdullah bin Numair.
c. Pernyataan para kritikus hadis tentang dirinya:
(1) Mu`awiyah bin Slahih: Dia adalah sahabat al-A`masy yang paling kokoh
(2) Ibnul Kharasy: Dia adalah shaduq
(3) Ibn Hibban: Dia orang yang hafidh lagi teliti
(4) Ibnu Abi Hatim: Dia adalah orang paling kokoh ingatannya.


4. al-A`masy
a. Nama lengkapnya : Sulaiman bin Mahranal-Asadi al-Kalili (w. 147 H). Beliau adalah budak dari Abu Muhammad al-Kufi al-A`masy.
b. Guru dan muridnya di bidang periwayatan hadis: Guru-gurunya antara lain: Anas, `Abdullah bin Abi Aufa, Zaid bin Wahab, Abi Wa`il, Abi `Amr al-Syaibani, Qais bin Abi Hazm, Abi Hazim al-Asyja`i. Murid-muridnya antara lain: al-Hakim bin `Utaibah, Zubaid al-Yami, Abu Ishaq al-Sab`i, Sulaiman al-Taimi, Suhail bin Abi Shalih, Jarir bin Hazim, `Abdullah bin Idris bin al-Mubarak.
c. Pernyataan para kritikus hadis tentang dirinya:
(1) al-Ajli: Dia adalah orang yang tsiqah lagi kokok ingatannya
(2) Ibn Ma`in: tsiqah
(3) al-Nasa`i: tsiqah tsabt.


5. Abi Shalih
a. Nama lengkapnya : Zakwan, Abu Shalih al-Saman al-Zayyat al-Madani (w. 101 H), budak Juwairiyah binti al-Ahmas al-Qatafani.
b. Guru dan muridnya di bidang periwayatan hadis: Guru-gurunya antara lain: Abu Hurairah, Abu al-Darda`, Abu Sa`id al-Khudri, `Uqail bin Abi Thalib, Jabir, Ibnu `Umar, Mu`awiyah, Ummi Habibah, Ummi Salamah. Murid-muridnya antara lain: Suhail (anaknya), Shalih, `Abdullah, Atha` bin Abi Ribah, `Abdullah bin Ribah, Abdullah bin Dinar, Raja` bin Hiwah, Zaid bin Aslam, al-A`masy, Abu Hazim Salmah bin Dinar.
c. Pernyataan para kritikus hadis tentang dirinya:
(1) `Abdullah bin Muhammad: tsiqah
(2) Ibnu Ma`in: tsiqah
(3) Abu Hatim: tsiqah, shalih al-hadis
(4) al-Saj`i: tsiqah shaduq
(5) Al-`Ajali: tsiqah
(6) Ibn Sa`ad: tsiqah.
6. Abi Hurairah
a. Nama lengkapnya : `Abd al-Rahman bin Sakhr, nama lainnya `Umair bin `Amir bin Zi al-Syarri bin Tharif bin `Ayyan bin Abi Sa`b bin Hunain bin Sa`ad bin Tsa`labah bin Salim bin Fahmi bin Ganam bin Daus, namun beliau terkenal dengan sebutan Abu Hurairah (w. 57 H).
b. Guru dan muridnya di bidang periwayatan hadis: Guru-gurunya antara lain: Nabi Muhammad saw., Abu Bakar, `Umar, Fadl bin `Abbas bin `Abd al-Muthalib, Ubay bin Ka`ab, `Utsman bin Zaid, `Aisyah. Murid-muridnya antara lain: al-Muharrir (anaknya), Ibn `Abbas, Ibn `Umar, Anas, Jabir, Marwan bin al-Hakam, Sa`id bin al-Musayyab, `Abdullah bin `Abd al-Rahman, Atha` bin Yazid al-Laisi, Yusuf bin Mahak, Abu Shalih bin al-Saman, Na`im bin `Abdullah al-Mujmar, Hamam bin Munabih.
c. Pernyataan para kritikus hadis tentang dirinya:
(1) al-Bukhari: Ada kurang lebih 800 orang yang mengambil riwayat darinya, baik dari kalangan sahabat, tabi`in maupun lainnya.
(2) Al-A`raj: Abu Hurairah paling banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah.
(3) Ibnu `Umar: Abu Hurairah adalah seorang yang lebih baik dan tahu (tentang hadis) dariku.

b. Meneliti kemungkinan adanya syuzuz dan `illah

Kekuatan sanad al-Tirmidzi yang diteliti ini makin meningkat bila dikaitkan dengan pendukung berupa mutabi`. Sanad yang memiliki mutabi` terletak pada sanad-sanad pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima. Dengan demikian, semua sanad memiliki mutabi`. Hanya sanad terakhir, yaitu sahabat Abu Hurairah yang tidak memiliki syahid. Ketiadaan syahid bagi periwayat sahabat Abu Hurairah itu tidak mengurangi kekuatan periwayat yang bersangkutan karena sahabat Abu Hurairah adalah orang yang tsiqah tanpa syarat. Secara keseluruhan, dukungan yang berasal dari sanad-sanad al-Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad bin Hanbal telah makin menambah kekuatan sanad al-Tirmidzi bila ternyata semua sanad dari para mukharrij itu berkualitas sahih juga.

Dengan alasan-alasan tersebut, sangat kecil kemungkinannya bahwa sanad al-Tirmidzi yang diteliti ini mengandung syudzudz (kejanggalan) ataupun `illat (cacat). Karenanya, telah memenuhi syarat apabila sanad al-Tirmidzi yang diteliti ini dinyatakan terhindar dari syuzuz dan `illat.


Kesimpulan
Melihat analisa sanad hadis di atas, dapat dilihat bahwa seluruh periwayat hadis dalam sanad al-Tirmidzi di atas bersifat tsiqah dan sanadnya bersambunga dari sumber hadis yakni Nabi sampai kepada periwayat terakhir al-Tirmidzi yang sekaligus sebagai mukharrij al-hadis. Hal ini berarti sanad hadis yang diteliti, sanad hadis tentang "syafaat Nabi kepada umatnya" yang diriwayatkan oleh al-Tirmidzi berkualitas shahih al-sanad.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya

Selamat datang..

Selamat datang..