#REKAYASA PENGATURAN KARAKTER JANIN DAN JENIS KELAMINNYA.
#PENCIPTAAN ADAM
#PENCIPTAAN ADAM
Oleh
Ali Farhan,Fasmi Pajli, Turnadi
UIN yogyakarta
Ali Farhan,Fasmi Pajli, Turnadi
UIN yogyakarta
PENDAHULUAN
Al-Hadits sebagai kitab utama setelah Al-Qur’an umat Islam adalah rujukan yang banyak di gunakan para ilmuan-ilmuan dalam mengungkap berbagai permasalahan. Hadits juga banyak memberikan informasi-informasi tentang kajian ilmiah. Banyak penelitian-penelitian yang sejalan dengan informasi yang tertulis di Hadits dan Al-Qur’an.
Disamping itu, perlu dicatat bahwa hakikat-hakikat ilmiah yang disinggung dalam Hadits, dikemukakannya oleh redaksi yang berbeda-beda, sekaligus tidak terlepas dari ciri umum redaksinya yakni memuaskan orang kebanyakan dan para pemikir. Orang kebanyakan memahami redaksi
tersebut ala kadarnya, sedangkan para pemikir melalui renungan dan analisis mendapatkan makna-makna yang tidak terjangkau oleh kebanyakan orang. Di sini kami mengajak berfikir bersama tentang apa yang ada di dalam hadits rekayasa pengaturan karakter janin dan jenis kelaminnya dan penciptaan Adam.Nah, bagaimana penjelasan-penjelasan para ahli hadits terkait dengan hadits-hadits tentang rekayasa pengaturan karakter janin, jenis kelaminnya dan penciptaan Adam. Apakah informasi yang diberikan oleh Al Hadits adalah akurat dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Di dalam makalah sederhana ini, kami akan sedikit memaparkan keterangan-keterang terkait dengan persoalan di atas dan kemudian kami simpulkan dalam bentuk analisis pembuktian sains.
Selamat membaca………..
PEMBAHASAN
Rekayasa pengaturan karakter janin dan jenis kelaminnya.
1. Hadits Rekayasa pengaturan jenis kelamin janin
a. Teks Hadits.
Sumber : Muslim (315)
Diriwayatkan dari Tsauban, Budak Rasulullah saw dalam hadits panjang yang memuat dialog Rasulullah dengan seorang rahib Yahudi. Menjawab pertanyaan si rahib mengenai anak, beliau bersabda:
مَاءُ الرَّجُلِ اَبْيَضُ وَمَاءُ الْمَرْأَةِ اَصْفَرُ فَإِذَا اجْتَمَعَا فَعَلَا مَنِيَّ الَّرجُلِ مَنِيَّ الْمَرْأَةِ أَذْكَرَا بِإِذْنِ اللهِ وَإِذَا عَلَا مَنِيُّ اْلمَرْأَةِ مَنِيَّ الَّرجُلِ انَثَا بِإِذْنِ اللهِ
Artinya:
“Air (seperma) laki-laki berwarna putih dan ovum perempuan berwarna kuning. Jika keduanya berkumpul, lalu seperma jantan mengalahkan ovum betina, maka bayi yang lahir insya Allah laki-laki, sedangkan jika ovum betina mengalahkan seperma jantan, maka bayi yang lahir insya Allah perempuan”
b. Makna Mufrodat
مَاءُ الرَّجُلِ = Air (seperma) laki-laki
اَبْيَضُ = Putih
اَصْفَرُ = Kuning
اجْتَمَعَ = Berkumpul
c. Takhrij Hadits1
No
Nama Kitab
Nomor Hadits
Bab
Kitab
1
سنن النسائي
200
الفصل بين ماء الرجل وماء المرأة
الطهارة
2
مسند أحمد
13499
باقي المسند السابق
باقي مسند المكثرين
3
مسند أحمد
2384
بداية مسند عبد الله بن العباس
ومن مسند بني هاشم
4
مسند أحمد
11775
مسند أنس بن مالك رضي الله عنه
باقي مسند المكثرين
5
سنن ابن ماجه
593
ما جاء في المرأة ترى في منامها ما يرى الرجل
الطهارة وسننها
6
صحيح مسلم
473
بيان صفة مني الرجل والمرأة وأن الولد مخلوق من مائهما
الحيض
8
مسند أحمد
12582
باقي المسند السابق
باقي مسند المكثرين
Nama Kitab
Nomor Hadits
Bab
Kitab
1
سنن النسائي
200
الفصل بين ماء الرجل وماء المرأة
الطهارة
2
مسند أحمد
13499
باقي المسند السابق
باقي مسند المكثرين
3
مسند أحمد
2384
بداية مسند عبد الله بن العباس
ومن مسند بني هاشم
4
مسند أحمد
11775
مسند أنس بن مالك رضي الله عنه
باقي مسند المكثرين
5
سنن ابن ماجه
593
ما جاء في المرأة ترى في منامها ما يرى الرجل
الطهارة وسننها
6
صحيح مسلم
473
بيان صفة مني الرجل والمرأة وأن الولد مخلوق من مائهما
الحيض
8
مسند أحمد
12582
باقي المسند السابق
باقي مسند المكثرين
d. Tahqiq.
حديث شريف مرفوع للنبي صلى الله عليه وسلم
Bahwa hadits di atas adalah termasuk hadits marfu’ yakni di sandarkan kepada nabi baik ucapan perbuatan, persetujuan (taqrir) atau sifat, baik sanadnya bersambung atau terputus, dan termasuk dalam kategori hadits Shohih
e. Pembuktian Sains
Hadits nabawi ini merupakan nota penjelasan atas firman Allah swt.
45. Dan bahwasanya dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. 46. Dari air mani, apabila dipancarkan.
Kedua ayat ini dan hadits nabawi diatas mengandung sebuah terobosan ilmiah berupa isyarat mengenai sel-sel reproduksi yang baru di temukan oleh ilmu-ilmu konvensional 13 abad setelahnya, sebagai berikut.
Afirmasi hakikat penciptaan pasangan laki-laki dan perempuan dari air mani yang di pancarkan.
Penegasan determinisme atau kepastian adanya kebangkitan (kehidupan setelah kematian), dan sumpah Allah mengenai penciptaan kembali.
Hal-hal di atas membutuhkan penanganan sendiri-sndiri. Sehingga dalam kesempatan ini penulis membatasi pembicaraan hannya pada poin yang di nyatakan Allah swt dalam firman-Nya: Dan bahwasanya dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. Dari air mani, apabila dipancarkan. (QS. An-Najm (53): 45-46)2
Petunjuk-petunjuk ilmiah
a. Nuthfah (sperma) dalam pengertian bahasa Arab dan sains
Nutfah berarti air yang setara dengan satu atau beberapa tetes. permata-permata kecil sering disebut juga dengan istilah nuthfah, karena bentuknya yang menyerupai tetesan air.
Dalam al-quran lafal nuthfah digunakan untuk menyebut sel reproduksi (gamet) yang memancar bersama-sama dengan ovum betina dan sperma jantan, atau dengan kata lain baik sperma tersebut spermatozoa maupun ovum.
Dalam al-Quran bersatunya kedua sel reproduksi pria dan wanita dengan istilah nuthfah amsyaj (sperma yang bercampur). Hal ini berarti suatu proses terbentuknya janin dengan bersatunya sperma jantan dan perempuan.3
Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.4
Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur’an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:
“Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.” (Al Qur’an, 76:2)
Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari “bahan campuran” ini:
“Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.” (Al Qur’an, 32:7-8)
b. Dari air mani, apabila di pancarkan
Imam Thabari rahimahullah dan selainnya mengatakan bahwa diciptakan anak Adam dari mani Adam dan Adam sendiri diciptakan dari tanah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menempatkan nuthfah (yakni air mani yang terpancar dari laki-laki dan perempuan dan bertemu ketika terjadi jima’) dalam rahim seorang ibu sampai waktu tertentu. Dia Yang Maha Kuasa menjadikan rahim itu sebagai tempat yang aman dan kokoh untuk menyimpan calon manusia.5 Dia nyatakan dalam firman- Nya :
“Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) sampai waktu yang ditentukan.” (Al Mursalat : 20-22)
Adapun yang dimaksud air mani (nuthfah) di sini ialah sel reproduksi wanita (ovum), sedangakan kata “apabila dipancarkan” adalah apabila ia dibuahioleh spermatozoa, dan pembuahan ovum hanya dilakukan oleh satu spermatozoa saaja. Dari pembuahan inilah lahir zigot yang selanjutnya melakukan pembelahan diri menjadi beberapa sel yang lebih kecil, lalu yang lebih kecil lagi, yang disebut blastomeres, kemudian yang terakhir berbah menjadi gumpalan bundar berupa sel-sel yang disebut morula. selanjutnya morula terbelah menjadi dua dan membentuk blastocyst yang tertanam pada dinding rahim untuk menagarungi fase-fasepertumbuhan berikutnya, yaitu menjadi `alaqah (gumpalan darah mirip lintah)kemudian mudhghah gumpalan daging mirip permen yang dikunyah-kunyah), kemudiantumbuh tulan-tulang, yang selanjutnya dibungkus dengan daging dan kulit, kemudian menjadi makhluk lain, hingga akhirnya menjadi sesosok janin sempurna.
Merujuk pada kesendirian spermatozoa dalam proses pembuahan, maka Rasulullah saw pun bersabda: Tidak semua air menjadi anak.6
2. Hadits Rekayasa pengaturan karakter janin dan jenis kelaminnya.
a. Teks Hadits
Sumber : Shahih Muslim (2645)
Diriwayatkan Oleh Muslim, Dari Hudzaifah bin Asid Bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw bersabda:
اِذَا مَرَّ بِالنُّطْفَةِ ثِنْتَانِ وَاَرْبَعُوْنَ لَيْلَةًَ بَعَثَ اللهُ اِلَيْهَا مَلَكًا فَصَوَّرَهَا وَخَلَقَ سَمْعَهَا وَ بَصَرَهَا وَجِلْدَهَا وَلَحْمَهَا وَعِظَامَهَا ثُمَّ قَالَ يَا رَبِّ أَذَكَرٌ أَمْ أُنْثَي فَيَقْضِي رَبُّكَ مَا شَاءَ وَ يَكْتُبُ اْلمَلَكُ
Artinya:
Jika nuthfah melewati 42 hari, maka Allah akan mengirimkan kepadanya seorang malaikat, yang langsung bersigap membentuknya, menciptakan fungsi pendengarannya, fungsi penglihatannya, tulang-tulangnya, daging dan kulitnya kemudian ia bertanya, “Tuhan, laki-laki atau perempuan” Tuhanmu pun lantas memutuskan sesuai kehendak-Nya dan malaikat menuliskannya.
b. Makna Mufrodat
النُّطْفَةِ = arti sesungguhnya dalam bahasa arab yaitu bagian kecil dari cairan, tetapi pengertiannya harus dikaitkan dengan konteks teks haditsnya yang berarti sperma, sel telur (ovum), sel telur yang telah dibuahi (Zygote) dan perkembangan lanjut dari zygote sampai tertanamnya (nidasi) zygote pada dinding rahim. Dalam medis dapat berarti Sperma, ovum, zygote, morula dan blastula (perkembangan lanjut zygote sampai tiba di dalam rahim).
مَلَكًا = Malaikat
يَكْتُبُ اْلمَلَكُ = Malaikat menuliskannya
c. Takhrij Hadits7
No
Nama Kitab
Nomor Hadits
Bab
Kitab
1
صحيح مسلم
4783
كيفية خلق الآدمي في بطن أمه وكتابة رزقه وأجله
القدر
2
صحيح مسلم
4781
كيفية خلق الآدمي في بطن أمه وكتابة رزقه وأجله
القدر
Nama Kitab
Nomor Hadits
Bab
Kitab
1
صحيح مسلم
4783
كيفية خلق الآدمي في بطن أمه وكتابة رزقه وأجله
القدر
2
صحيح مسلم
4781
كيفية خلق الآدمي في بطن أمه وكتابة رزقه وأجله
القدر
d. Tahqiq.
Jelas sekali bahwa hadits yang diriwayatkan oleh Muslim diatas adalah termasuk dalam kategori yang berkualitas shohih.
e. Pembuktian Sains
Hadits menjelaskan firman Allah SWT:
49. Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dia menciptakan apa yang dia kehendaki. dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang dia kehendaki, 50. Atau dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan dia menjadikan mandul siapa yang dia kehendaki. Sesungguhnya dia Maha mengetahui lagi Maha Kuasa. (Asy Syuura [42]:49-50)
Banyak yang tidak mengerti prosedur rumit yang di lewati proses persalinan dan sederet resiko yang menghadang proses ini yang jikalau tanpa rahmat dan kasih sayang Allah tentu tidak akan pernah bisa berlangsung selama-lamanya. Disini teks Al-Qur’an menyebut proses tersebut sebagai sebuah karunia dari Allah SWT sehingga dari sini, kedua orang tua wajib bersujud sebagai sebuah ungkapan syukur atas keluarnya bayi mereka dengan selamat tanpa cacat setelah menempuh perjalanan panjang yang melelahkan dan sarat dengan resiko, yang di mulai sejak terbentuknya sperma.8
Petunjuk ilmiah; Jenis Kelamin Janin.
Kendati sangat kecil ukurannya, namun sel-sel reproduksi dapat di katakan merupakan mata air kehidupan dan sumber keragamannnya yang terus berlangsung dari bapak ke anak lantas ke cucu: sejak bapak dan ibu kita pertama, Adam dan hawa hingga hari kiamat.
Pada amanusia setiap sel tubuh mengandung 46 kromosom yang tersusun dalam 23 pasang yang mirip dari segi bentuk, namun berbeda dai segi struktur dan gen yang di bawa oleh kromosom. Jumlah ini berkarakter baku (tetap) pada selsel jantan maupun perempuan, kendati ada perbedaan pada kromosom-kromosom yang di tentukan untuk jenis kelamin. Sel tubuh laki-laki mengandung 44 kromosom, di samping dua kromosom untuk penentuan jenis kelamin yang tidak serupa, sebab salah satunya berlabel maskulin (Y) dan yang lain berlabel feminim (F). selama proses pembelahan meiosis guna pembentukan sperma, di produksilah spermatozoa yang mengusung label maskulin (Y) dan feminim (Y)
Sebaliknya, dua kromosom penentu jenis kelamin didalam sel tubuh pada wanita yang berjenis sama. Keduanya sama-sama berlabel feminim (X). jika sel tubuh perempuan mengalami pembelahan meiosis untuk pembentukan ovum, maka ovum yang di hasilkan tetap mengusung label jenis kelamin yang sama, yaitu perempuan (X,X).
Atas dasar hal itu, jika spermatozoa yang membuahi baelabel maskulin (Y), maka kemungkinan besar janin yang di hasilkan berjenis kelamin laki-laki, insya Allah. Sedangkan jika ia berlabel feminim (X), maka janin yang di hasilkan insya Allah perempuan.9
Proses pembentukan organ-organ tubuh selesai pada usia kehamilan 3 bulan. Setelah itu organ organ tumbuh membesar seiring dengan meningkatnya usia kehamilan Embrio yang telah lengkap ini disebut Fetus (Janin)
Sesuai dengan perjalanan waktu dan meningkatnya usia kehamilan janin makin besar dan kemudian matur (matang) artinya janin siap untuk dilahirkan, memulai hidup baru diluar rahim dan memulai pengembaraannya didunia nan fana ini. Keadaan ini mulai usia kehamilan 6 bulan, tetapi umumnya janin baru dilahirkan pada usia 9 bulan (masyarakat umum) atau 40 minggu (medis).
Setelah itu janinpun lahir kedunia ini dalam keadaan fitrah dan memulai kehidupannya didunia ini dalam rangka mencari Ridho Allah SWT, berbakti dan menyembah Allah SWT serta menjadi khalifah dimuka bumi ini.10
Penciptaan Adam
a. Teks Hadits
Sumber: Musnad Al-Imam Ahmad (1914)
Dilansir oleh Ahmad dalam Musnad-nya dari Abu Musa Al-Asy’ari RA sebuah hadits yang di marfu’-kannya pada Rasulullah saw. Beliau bersabda:
اِنَّ اللهَ تَعَالَي خَلَقَ اَدَمَ مِنْ قَبْضَةٍِ قَبْضَهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَرْضِ فَجَاءَ بَنُوْ اَدَمَ عَلَى قَدْرِ الْاَرْضِ فَجَاءَ مِنْهُمُ الْأَحْمَرُ وَالْأَبْيَضُ وَالْأَسْوَدُ وَبَيْنَ ذَلِكَ وَالسَّهْلُ وَالْحَزْنُ وَالْخَبِيْثُ وَالطَّيِّبُ
Sesungguhnya Allah ta’ala menciptakan Adam dari segenggam (tanah) yang diambil-Nya dari seluruh (permukaan) bumi, dan anak adam tercipta sesuai dengan kadar tanah (dari segi warna dan karakternya), sehingga diantara mereka ada yang berkulit merah, putih, hitam, dan ada yang gabungan dari semua itu, ada yang lembut dan ada yang kasar, serta ada yang jelek dan ada yang baik.
b. Makna Mufrodat
قَبْضَةٍِ = Segenggam
مِنْ جَمِيْعِ الْأَرْضِ = dari seluruh (permukaan) bumi
قَدْرِ الْاَرْضِ = kadar tanah
c. Takhrij Hadits11
No
Nama Kitab
Nomor Hadits
Bab
Kitab
1
مسند أحمد
18761
حديث أبي موسى الأشعري رضي الله تعالى عنه
أول مسند الكوفيين
2
سنن أبي داود
4073
في القدر
السنة
3
مسند أحمد
18813
حديث أبي موسى الأشعري رضي الله تعالى عنه
أول مسند الكوفيين
4
سنن الترمذي
2879
تفسير القرآن عن رسول الله
ومن سورة البقرة
Nama Kitab
Nomor Hadits
Bab
Kitab
1
مسند أحمد
18761
حديث أبي موسى الأشعري رضي الله تعالى عنه
أول مسند الكوفيين
2
سنن أبي داود
4073
في القدر
السنة
3
مسند أحمد
18813
حديث أبي موسى الأشعري رضي الله تعالى عنه
أول مسند الكوفيين
4
سنن الترمذي
2879
تفسير القرآن عن رسول الله
ومن سورة البقرة
d. Tahqiq.
Bahwa Hadits yang Dilansir oleh Ahmad dalam Musnad-nya dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, adalah termasuk hadits shohih, dan terdapat juga dalam beberapa kitab hadits kutub at-tis’ah.
e. Pembuktian Sains
Hadits nabi ini menjadi penjelasan bagi dua ayat suci yang di firmankan Allah saw dala surat Al-Fathir.
27. Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. 28. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama12. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Kedua ayat tersebut dan hadits diatas mengindikasikan keaneka ragaman warna kulit manusia, binatang melata, binatang ternak, dan buah-buahan, sesuai dengan keragaman warna tanah permukaan bumi yang terjadi akibat perubahan cuaca dan pengaratan (korosi) bebatuan bumi yang bermacam-macam warnanya anatara putih, merah dan hitam, sesuai dengan keragaman tingkat warna-warna ini. Ketiga warna tersebut merepresentasikan bagian-bagian utama bebatuan primer yang yang terbentuk menjadi tanah begitu lapisan keraknya mengering. Dari sini terbentuklah bebatuan acid dan supercid yang di dominasi warna putih dan merah, serta merepresentasikan salah satu ujung klasifikasi bebatuan. Sementara di ujung lain ada bebatuan alkaline dan super alkaline yang di dominasi warna hijau gelap dan hitam (orang Arab menyebut hijau gelap sebagai hitam. Lalu di anatar kedua ujung ini ada sejumlah fase tengah-tengah yang berbeda-beda warnannya di antara kedua batas ini.
Melalui proses peleburan kimia dan organik bebatuannya, juga melalui proses penguraan (disasosiasi) fisaika dan mekanik bebatuan tersebut dengan bantuan faktor pengikisan , maka akhirnya terbentuklah lapisan tipis bebatuan bumi yang terdiri dari remah-remah dan remukan-remukan bebatuan tersebut, berbentuk puing-puing yang berlainan volume/ masa bulir-bulir (granule) anatara bulder (batu besar yang dimakan arus kali) dan kerikil-kerikil hingga pasir, alluvion (endapan tanah/ lumpur), dan lempung. Puing-puing ini lebih lanjut di kenal dengan sebutan exhaust racks. Dari sini terbentuklah tanah atau debu (turab). Ada kalanya ia berasal dari proses peleburan yang ada di bawahnya langsung , atau dari bebatuan yang diangkut kesana dengan beragam sarana angkutan. Tanah inipun mengandung sidik struktur kimia bebatuan yang menjadi sumber pembentukanya, di samping mengandung spectrum warana warni aslinya (putih, merah, hitam, dan campuran).
Manusia pada awlnya diciptakan dari debu-debu( tanah), kemudian ia hidup dengan mengkonsumsi hasil-hasil tanaman yang notabene bersumber dari tanah, serta mengkonsumsi hasil-hasil hewan pemakan rumputan yang halal dikonsumsi, dan rumput-ruput bersumber dari tanah pula, maka ada kemiripan besar antara komposisi kimia yang ada ditubuh manusia dengan debu (tanah bumi). Tubuh manusia secara pokok tersusun daru unsur air.
Struktur tubuh manusia secara keselurahan mirip dengan struktur kimia debu, dengan konsentrasi utama pada oksigen dan hidrogen yang bersumber dari air bumi, karbon yang bersumber dari karbondioksida yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan hijau dari udara selama proses asimilasi cahaya, serta nitrogen yang bersumber dari lapisan gas bumi dan protein yang di makan manusia, dan protein bersumber dari tanah.
Dalam al-Quran proses pinciptaan manusia dengan beragam unsure bahan yang kesemuanya berasal dari tanah.
1.dari debu/tanah (turab)
2.dari tabnah (thin)
3.dari saripati tanah( sulalah min thin)
4.dari tanah liat (thin lazib)
5.dari tanah liat kering yang (berasal dari) Lumpur hitam yang diberi bentuk (shalshalihin min hama`in masnunin)
6.dari tanah kering seperti tembikar (shalshal kalfakhkhar)
7.dari bumi
Kajian sains telah menunjukkan bahawa unsur kimia pada tubuh manusia terdiri daripada unsur yang terdapat pada tanah. Nisbah unsur yang terdapat di dalam badan juga memberikan kesesuaian dalam sifat dan fungsi anggota setiap bahagian manusian.13
sekarang ini kita bisa melihat dan membuktikan tahap-tahap pertumbuhan ,anusia dari unsu-unsur bumi. Janin di dalam perut ibunya makan dan tumbuh kembang dengan mengisap darah yang bersumber dari makanan yang dimakan ibunya, dan makanan itu bersumber dari tanah dan air. Setelah lahir, bayi mengkonsumsi minuman berupa ASI maupun susu hewan, dan jika dirunt semuanya ini bersumber dari unsure-unsur tanah. Kemudian setelah disapih , si anak memakan buah dan sayur-sayuran dan hasil-hasil hewan, dan seua itu bersumber dari tanah.
Dari sini kita bisa melihat hikmah/ kebikjaksanaan Allah dalam menciptakan tumbuhan sebelum hewan, dan menciptakan hewan sebelum manusia. Penciptaan dimulai dari tanah dan berakhir ketanah, untuk kemudian dibangkitkan lagi dari tanah pada hari kebangkitan.14
BAB III
KESIMPULAN
Dari apa yang telah penulis paparkan dia atas tentang rekayasa pengaturan karakter janin, jenis kelaminnya dan penciptaan Adam tentunya dapat di simpulkan bahwa hadits yang kita kenal, ternyata mengungkap berbagai hal yang ada di alam raya ini, dan ternyata hadits tidak hannya sekedar mengungkap, namun ternyata ketika di teliti melelui pendekatan sains oleh pakar biologi, tenyata di akui kebenarannya.KESIMPULAN
Tentunya pembuktian ini tidak hannya sampai pada penelitian yang di lakukan oleh Dr. Zaghlul An-Najar saja, tentunya masih ada rahasia besar yang ada di balik kitab hadits yang menuntut kita untuk di kaji dan di buktikan secara ilmiah.
Mari kita renungkan…..
DAFTAR PUSTAKA
1.An-Najjar, Zaghlul, Pembuktian Sains dalam Sunnah, buku 3 (Jakarta; AMZAH, 2007)
2.Ahmad Aulia Jusuf dkk, makalah Penciptaan Manusia, Hakekat Dan Proses; Sebuah Tinjauan Singkat Dari Sudut Islam Dan Medis
3.program internet (www. Hadit. Islam.com)
4.Penciptaan Adam menurut Islam, http://meta.wikimedia.org,
5.Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam dan IPTEK, http://alhayat.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya