TAFSIR MAFATIHUL GHOIB
Muqaddimah
Muqaddimah
Allah ‘Azza wa Jalla telah menurunkan Al Qur’an sebagai pedoman bagi kaum Muslimin, dan tempat berpijak mereka dalam mengarungi kehidupan. Maka selayaknyalah kita merenungi, memahami, mengikuti petunjuknya, dan mengambil pengetahuan darinya. Kemudian menegakkan perintah-perintah dan hal yang disukainya, serta menjauhkan diri dari segala larangan dan hal yang di bencinya.
Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيـْكَ مُبَارَكٌ لِّيـَدَّبَّرُوۤاْ آيَاتِهِ وَلِيَتـَذَكَّرَ أُوْلـُو ٱلأَلْبـَابِ ( ص: 29)
Artinya: “(Inilah) kitab yang kami turunkan kepada engkau lagi diberkati, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat peringatan orang-orang yang berakal”. (QS, Shad: 29)
Dan FirmanNya:
أَفَلاَ يَتـَدَبَّرُونَ ٱلـْقـُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلـُوبٍ أَقْفـَا لُهَآ (محمد: 24)
Artinya: “Tidakkah mereka memperhatikan Al Qur’an?, ataukah hati mereka terkunci?”. (QS, Muhammad: 24)
Firman Allah swt yang lain:Artinya: “Tidakkah mereka memperhatikan Al Qur’an?, ataukah hati mereka terkunci?”. (QS, Muhammad: 24)
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلـْقـُرْآنَ لِلـذِّكْرِ فَهـَلْ مِن مُّدَّكِـرٍ (القمر: 22)
Artinya: “Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an (bagi manusia) untuk jadi pengajaran, adakah orang yang hendak mengambil pelajaran (daripadanya)”. (QS, Al Qamar: 22)
Fakhruddin Ar Rozi, bernama lengkap Muhammad bin Umar bin Al Hasan Attamimi Al Bakri Atthobaristani Ar Rozi Fakhruddin yang terkenal dengan sebutan Ibnul Khotib As Syafi’i, lahir di Royyi pada tahun 543 H. dan wafat pada tahun 606 H. di harrot, mengajarkan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu pasti, dan juga mendalami ilmu filsafat dan mantiq, karangannya adalah mafatihul Ghoib fi Tafsirul Qur’an, Al Muhasshol fi Ushulil Fiqh, Ta’jizul Falasifah dan lain-lainya.Artinya: “Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an (bagi manusia) untuk jadi pengajaran, adakah orang yang hendak mengambil pelajaran (daripadanya)”. (QS, Al Qamar: 22)
Tafsir Mafatihul Ghoib yang terkenal dengan tafsir Ar-Rozi yang disusun oleh Muhammad ibn Diya’uddin yang terkenal dengan Khotibur Roy
Tafsir ini banyak menerangkan tentang akidah Ahlus Sunnah, ahkan tafsir menyikapinya dengan berlebihan dalam membela pendirian Ahlus Sunnah. Beliau menempuh jalan filsafat, karenanya beliaumengemukakan dalil mengenai masalah ketuhanan menurut system yang ditempuh oleh ahli-ahli falsafah, walaupun beliuanu menyesuaikan alasan-alasannya dengan pendirian Ahlus Snnah Wal Jama’ah
1. Mafatihul Ghaib
Tafsir ini adalah karya Muhammad bin Umar bin Al Hasan At Tamimi Al Tabaristani Ar Razi (Fakhruddin Ar Razi), masyhur dengan Ibnul Khatib Asy Syafi’i Al Faqih. Dilahirkan di Ray pada tahun 543H, dan wafat di Harah pada 606H.[22]
Dalam penafsirannya beliau menempuh jalan para hukama Al Ilahiyyah, yang tercermin pada dalil-dalil beliau dalam pembahasan-pembahasan tentang Tuhan. Disitu beliau menentang aliran Mu’tazilah dan aliran-aliran tersesat lainnya dengan alasan-alasan yang kuat dan bukti-bukti yang nyata. Beliau juga menolak tuduhan-tuduhan dari orang-orang yang ingkar dan menentang agama dengan uraian-uraian yang amat jelas. Sungguh tafsir beliau ini merupakan yang terluas dalam membahas ilmu kalam.
Ar Razi juga seorang ahli dalam ilmu kedokteran dan ilmu alam. Beliau juga berbicara soal astronomi, juga tentang langit dan bumi, hewan dan tumbuh-tumbuhan, bahkan tentang manusia. Tujuan utama beliau dalam tafsirnya adalah untuk menolong kebenaran serta mengetengahkan bukti-bukti adanya Allah ‘Azza wa Jalla, disamping menentang ulah orang-orang yang tersesat.[23]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya